Kapan Sebaiknya Anak Diajarkan Bahasa Kedua?


Saat ini, kita tidak memungkiri bahwa dunia semakin luas, hubungan dengan negara luar semakin terbuka lebar sehingga komunikasi tidak lagi terbatas pada bahasa Ibu saja. Hal tersebut menjadi sebuah tuntutan baru bagi orang tua untuk mengajarkan dan mengenalkan bahasa asing pada anak sebagai bahasa kedua untuk berkomunikasi, bahkan beberapa sekolah sudah menerapkan sistem tersebut, seperti di International Primary School. Mampu menguasai banyak bahasa di masa kini memang sangat penting, karena dapat membantu anak untuk berkembang dan belajar. Namun, sebagai orang tua tentu Anda akan bingung, kapan sebaiknya Anda mulai mengenalkan dan mengajarkan bahasa kedua bagi anak Anda, apakah bersamaan dengan bahasa Ibu saat anak masih belajar kata per kata, atau ketika anak sudah mulai lancar berbicara?

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa semakin awal anak diperkenalkan dengan berbagai bahasa, hal tersebut akan semakin baik. Kemampuan belajar anak berkembang sebesar 50% pada saat usia satu tahun dan 30% lainnya berkembang pada saat anak berusia delapan tahun, artinya usia anak sampai dengan delapan tahun merupakan waktu emas bagi anak untuk belajar dan berkembang. Pada laman klikdokter, Gracia Ivonika, M. Psi, Psikolog mengatakan bahwa usia emas untuk mengenalkan anak bahasa kedua di usia tiga tahun. Pada usia tersebut diyakini sebagai periode penting dalam tumbuh kembang seorang anak untuk belajar sesuatu yang baru. Sebab, pada usia tersebut dasar-dasar berpikir, berperilaku, berbahasa, bersikap, dan karakteristik lain yang sedang berkembang.

Pada usia tiga tahun, biasanya anak sudah mulai fasih berbicara menggunakan bahasa Ibu dan anak sudah bisa membedakan mana bahasa Ibu dan bahasa kedua sehingga di usia tersebut anak sudah siap mengenal dan belajar bahasa baru. Sebaiknya anak mulai diajarkan pada usia tiga tahun karena sebelum menginjak delapan tahun, otak anak mempunyai sifat fleksibel yang memungkinkan anak untuk menyerap berbagai informasi dan pengetahuan dengan mudah, sehingga anak akan lebih mudah mengenal dan belajar bahasa selain bahasa Ibu. Manfaat lain dari belajar bahasa tambahan, dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, fleksibilitas bagi pikiran anak, selain itu mampu meningkatkan kekuatan otak dan ingatan anak.

Jika Anda ingin mengajarkan bahasa kedua kepada anak, Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk merangsang perkembangan otak anak melalui visual, sentuhan, penciuman, rasa dan pergerakan.

  • Visual, pengenalan bahasa kedua bisa dilakukan dengan cara menunjukkan gambar sambil mengucapkan apa yang ada di dalam gambar tersebut menggunakan bahasa kedua. Gambar yang disajikan bisa bermacam-macam, mulai dari buah, hewan, sayur, peralatan rumah, kendaraan dan lainnya.
  • Sentuhan, melalui rangsangan ini anak diajarkan berhitung dalam bahasa kedua dengan menyentuh atau mengambil barang sesuai dengan jumlah yang ditetapkan.
  • Penciuman, anak diajarkan mengenal wangi-wangian dalam bahasa kedua, contohnya seperti mengajak anak menebak wangi makanan atau benda berbau di dalam tempat tertutup.
  • Rasa, Anda bisa mengajak anak untuk merasakan berbagai macam makanan dan mengajaknya untuk menyebutkan nama makanan tersebut dengan bahasa kedua.
  • Pergerakan, Anda bisa mengajak anak melakukan aktivitas yang menyenangkan sambil menyebutkan nama aktivitas tersebut dalam bahasa kedua.

Banyak kegiatan atau aktivitas menyenangkan lainnya yang bisa Anda coba untuk merangsang otak anak terhadap bahasa kedua. Perlu diingat, meski mengenalkan dan mengajarkan bahasa kedua sejak dini sangat penting, pastikan bahwa Anda tidak memaksa anak. Biarkan anak belajar tanpa paksaan dan dengan perasaan yang menyenangkan.