5 Perlengkapan Baby Safe yang Aman Digunakan Bayi



Perlengkapan bayi perlu dipilih dengan cermat agar mendapatkan kualitas yang terbaik. Anda perlu memiliki toko perlengkapan ibu dan bayi yang terjamin, seperti orami.co.id. Di sana tersedia berbagai perlengkapan baby safe dan popok murah untuk bayi.

1.      Baby Safe Milk & Food Warmer
Baby safe ini merupakan perlengkapan yang digunakan untuk menghangatkan susu dan makanan bayi dengan praktis. Milk and food warmer ini dilengkapi dengan lampu indikator dan alat pengontrol suhu dan bekerja otomatis. Anda tidak perlu khawatir jika suhu susu atau makanan yang disajikan akan terlalu panas atau melukai lidah bayi.

Kelebihan dari produk ini yaitu bersifat bebas Bisphenol-A (BPA) sehingga aman untuk makanan. Telah mendapatkan sertifikasi dari European Safety Standard. Anda juga akan mendapatkan garansi 1 tahun terhitung dari awal pembelian.

2.      Baby Safe Smart Baby Food Processor
Perlengkapan Baby Safe ini akan memudahkan Anda untuk menghaluskan makanan padat, buah, dan sayuran. Anda akan membutuhkan perlengkapan ini untuk bayi jika sudah memberikan makanan pendamping ASI. Perlengkapan bayi ini dilengkapi dengan pengunci keamanan ganda.

Fungsinya untuk memastikan mangkuk yang telah diisi dengan makanan beserta tutupnya berada di posisi aman sebelum mesin beroperasi. Alat ini menggunakan desain yang mini sehingga cocok dibawa saat bepergian. Bersifat bebas Bisphenol-A (BPA) sehingga aman untuk makanan bayi.

3.      Baby Safe Cup Hard Spout
Botol susu dari Baby Safe ini dirancang khusus untuk membantu mencegah kolik alias kembung pada bayi. Caranya dilakukan dengan mengurangi gelembung udara di dalam air. Perlengkapan ini cocok digunakan untuk anak usia 8 bulan ke atas.

Perlengkapan bayi ini menggunakan desain yang menarik dengan dua handle sehingga memudahkan bayi untuk memegang botol. Terdapat anti colic air-flow system yang menahan udara agar tidak masuk ketika minum. Hadir dengan motif yang lucu untuk digunakan ada bayi.

4.      Baby Safe Multifunction Sterilizer with LED
Perlengkapan Baby Safe ini untuk menjamin botol susu bebas kuman serta bakteri saat dipakai. Multifunction sterilizer ini bersifat multifungsi sehingga dapat digunakan untuk merebus dan tim telur, menghangatkan susu, serta makanan. Memiliki tingkatan suhu yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan mampu mensterilkan 7 botol besar beserta dot dan tutup sekaligus dalam 15 menit.

Kelebihan dari perlengkapan ini dapat menghangatkan ASI beku dan tersedia mangkuk untuk menghangatkan makanan. Terdapat tombol putar yang mudah dioperasikan dan dilengkapi dengan LED yang menunjukkan proses penggunaan.

5.      Baby Safe Booster Seat Pink
Tinggi booster seat ini dapat diatur agar sejajar dengan meja makan sehingga bisa digunakan mengikuti pertumbuhan bayi Anda. Dapat digunakan di lantai maupun di atas kursi dengan tali pengaman yang dikaitkan ke kursi meja makan sehingga lebih aman. Ideal untuk digunakan pada bayi usia 6 bulan hingga 36 bulan yang akan memberikan kenyamanan saat digunakan.

Anda dapat membeli perlengkapan bayi ini di orami.co.id dengan harga khusus yang memberikan diskon sesuai ketentuan pada produk. Di toko perlengkapan bayi ini Anda juga dapat membeli popok murah untuk bayi.

Ambil langkah cepat untuk segera mengobati kriptorkismus. Berikut penjelasannya.



Kriptorkismus adalah kondisi kelainan kongenital pada bayi laki-laki, sepertihalnya salah satu kedua testis tidak turun kedalam skrotum, sehingga siapapun akan selalu mencari cara untuk mengobati kriptorkismus itu sendiri. Testis ini terbentuk di dalam rongga perut selama masa perkembangan janin. Dalam beberapa bulan terakhir perkembangan janin dapat dikatkan normal, akan terapi testis secara perlahan akan turun dari rongga perut melalui lorong seperti tabung di lipat paha yang disebut saluran inguinal (inguinal canal) menuju skrotum. Pada kasus yang tidak turun, proses perpindahan tersebut berarti tertunda atau berhenti. Sebagian besar kasus hanya satu testis yang tidak turun, tapi sekitar 10 persen kasus ditemukan kedua testis tidak turun. pada. Sebagian besar kasus, testis yang tidak turun akan bergerak sendiri ke posisi normalnya di skrotum dalam beberapa bulan pertama setelah bayi dilahirkan. Testis yang tidak turun pada umumnya akan turun sendiri ke dalam skrotum saat usia bayi 4 bulan, tapi apabila lebih dari umur tersebut testis belum turun juga kemungkinan besar testis tidak akan turun dengan sendirinya dan membutuhkan terapi medis untuk mengoreksi kondisi tersebut. Berikut beberapa terapi medis yang dapat dilakukan untuk mengoreksi keadaan tersebut seperti:


Terapi Lainnya
Jika pada kondisi bayi tidak memiliki salah satu atau kedua testis karena memang tidak terbentuk testis atau tidak dapat bertahan setelah operasi (mengalami komplikasi pascaoperasi) maka dipertimbangkan untuk implantasi testis pada skrotum yang dapat dilakukan pada masa anak-anak atau usia remaja. Pada kondisi seperti ini dokter akan merekomendasikan terapi pengganti hormon yang dihasilkan testis yang diperlukan untuk masa pubertas dan kematangan organ genital.

Operasi atau Pembedahan
Operasi yang dilakukan dengan cara memindahkan testis secara hati-hati dari rongga perut ke dalam skrotum dan menjahitnya pada tempatnya. Prosedur ini dikenal dengan orchiopexy. Prosedur ini dapat dilakukan dengan laparoskopi, yaitu dengan memasukkan selang berkamera yang dimasukkan ke dalam perut bayi melalui sayatan dinding perut, atau dengan operasi terbuka. Memang prosedur operasi ini memiliki beberapa risiko untuk bayi tersebut seperti perdarahan, infeksi, jaringan testis mengecil dan kemudian mati karena gangguan suplai darah, kerusakan jaringan sekitar skrotum karena prosedur operasi seperti kerusakan pada uretra.

Terapi Hormon
Pilihan lain terapi untuk mengobati kriptorkismus selain operasi adalah suntikan hormon chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini dapat menyebabkan testis turun dari perut menuju skrotum. Terapi hormon ini tidak dianjurkan karena kurang efektif dibandingkan dengan operasi. 

 “dilansir dari laman Alodokter” Kriptorkismus jarang menunjukkan gejala tertentu. Kondisi tersebut akan dapat diketahui pasca kelahiran bayi. Meski demikian, belum dapat dipastikan penyebab dari terjadinya kriptorkismus. Berikut beberapa faktor bisa meningkatkan risiko testis tidak berada di skrotum saat lahir. 
  • Konsumsi alkohol dan merokok saat hamil.
  • Terpapar pestisida.
  • Kelahiran dengan berat badan rendah.
  • Gangguan pada janin yang dapat menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan, seperti sindrom Down.
  • Kelahiran prematur, yaitu sebelum kehamilan mencapai 37 minggu.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami kriptorkismus.
Dalam hal ini ternyata diagnosis dapat dilakukan dengan melalui perabaan pada testis. Sehingga tes pemindaian seperti USG atau MRI tidak diperlukan. Bila pada pemeriksaan tidak teraba adanya testis, saran terbaik dari dokter untuk dilakukan pemeriksaan laparoskopi, dengan menggunakan selang berkamera yang dimasukkan ke dalam perut bayi melalui sayatan kecil pada dinding perut. Metode tersebut dilakukan hanya bertujuan untuk digunakan sebagai penunjang diagnosis, sekaligus sebagai terapi. Akan tetapi, operasi tetaplah tindakan yang harus diambil pada kasus tertentu sebagai cara mengobati kriptorkismus itu sendiri.

Sumber: Alodokter.com